Kekuatan-kekuatan dan batasan lahan adalah salah satu variabel penting dalam desain. Posisi lahanterhadap jalan menunjukkan adanya kekuatan garis aksis dari boulevard ke dalam lahan dan bentuk lahan pojok yang memberi kemungkinan adanya 3 tampak utama bangunan.
2.
Garis Sempadan Bangunan (GSB) sesuai dengan peraturan kota diterapkan pada awal desain untuk mendapatkan gambaran kasar mengenai area lahan yang dapat dibangun dan bentuk blok podium utama. Aksis utama diteruskan ke dalam blok bangunan dan mendapat arah ke atas berdasarkan program menara dan ke arah titik lahan yang menjadi bangunan sudut.
3.
Vektor aksis kemudian diwujudkan untuk menanggapi program bangunan menara dan auditorium dengan menambahkan innercourt untuk mengurangi ketebalan bangunan podium.
4.
Bentuk Keseluruhan Blok Bangunan mendapat penghalusan menjadi bentuk ellips yang lebih responsif terhadap lahan yang berbentuk kurva. Pandangan utama area sewa menara diarahkan kepada boulevard untuk memberi nilai tambah pada bangunan.
5.
Orientasi utama menara adalah arah utara dan selatan dengan sisi pendek menghadap kebarat dan timur. Untuk mengurangi exposure sinar matahari terhadap bangunan menara, maka bangunan menara dilengkapi dengan kulit ke dua di sisi barat dan sisi timur. Kulit ini pula yang akan memberikan aksen dan citra khas menara IA ITB, melalui penggunaan sunshading yang dapat menyesuaikan dengan kondisi arah sinar matahari pada bangunan. Karena kemiringan sinar matahari berbeda dari waktu ke waktu maka kondisi sunshading pada kulit bangunan berubah-ubah sesuai intensitas sinar matahari yang mengenai bangunan. Inspirasi utama adalah bentuk atap aula barat dan timur Kampus ITB dengan modifikasi bentuk dan material mutakhir.
6.
Bangunan dilengkapi dengan strategi lansekap yang integral dengan kondisi lahan dan bentuk menara. Penghijauan diterapkan disekeliling podium dan di dalam innercourt sebagai penghalang polusi dan menurunkan suhu kawasan. Balkon-balkon hijau disertakan pada lantai-lantai menara untuk menambah fasilitas pada setiap lantai berupa area hijau. Selain itu penghijauan menyeluruh dimaksudkan memberikan ikatan memori terhadap Kampus ITB yang teduh dan rindang
Tim Desain :
Ahmad Fauzi
Obor Kahuripan
Adi Indra H.


